Heboh Buku Karya Felix Siauw Jadi Bacaan Wajib Siswa Babel, Kadisdik Mengaku Teledor
Soleh mengatakan, sebetulnya mereka membuat surat tersebut untuk meningkatkan kemampuan literasi para siswa. Ini berkaitan dengan assesment kompetensi minimal yang akan dilaksanakan tahun 2021, sebagai pengganti ujian nasional (UN).
"Di masa pandemi ini, kami memberi siswa tugas untuk membaca guna meningkatkan kemampuan mereka. Namun, bukan buku ini saja. Cuma buku ini kami masukkan karena melihat perjuangan Muhamamad Al Fatih yang sejak kecil sudah tahfiz. Setelah mendapat informasi penulisnya pentolan HTI, langsung kami batalkan," katanya.
Ketua Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Babel, KH Jaafar Siddiq sebelumnya mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat teguran kepada gubernur Babel untuk menindaklanjuti perihal surat kepala Disdik Babel.
"Tadi pagi saya sudah menghubungi kepala Disdik Babel, terkait surat perintahnya ke sekolah-sekolah untuk membaca dan merangkum buku Muhammad Al Fatih karya Felix Siauw. Ternyata beliau sendiri belum pernah membaca buku ini, ini fatal sekali," kata Jaafar, Jumat (2/10/2020).
Menurut Jaafar, kepala Disdik Babel tidak tahu bahwa Felix Siauw merupakan aktivis HTI, sebuah organisasi yang dilarang pemerintah Indonesia. Kendati sudah dikeluarkan surat pembatalan kepada sekolah untuk membaca buku tersebut, dirinya menilai ini salah satu kecerobohan yang sangat fatal.
"Perintah yang dikeluarkan Dinas Pendidikan bukan hanya kepada SMA/SMK Islam, karena di situ tidak di sebutkan secara spesifik. Mestinya ia sebagai kepala Dinas Pendidikan harusnya membaca dulu, lalu mendiskusikan bisa ke NU dan Muhammadiyah," katanya.
Editor: Maria Christina