Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tok! Kakek Pemerkosa 5 Bocah di NTT Divonis 18 Tahun Penjara
Advertisement . Scroll to see content

Belitung Timur Geger, 14 Bocah Perempuan SD Diduga Dicabuli Penjaga Sekolah

Rabu, 30 Maret 2022 - 19:37:00 WIB
Belitung Timur Geger, 14 Bocah Perempuan SD Diduga Dicabuli Penjaga Sekolah
Ilustrasi 14 bocah SD di Belitung Timur diduga dicabuli penjaga sekolah. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Imelda mengatakan, dengan ada kasus seperti ini, LPA Beltim kemudian mendatangi lokasi kejadian dengan difasilitasi kepala desa selaku pemerintah setempat dan sekolah bersangkutan. 

Saat itu diundang orang tua dan anak-anak yang menjadi korban. Hanya saja, waktu itu memang pihaknya menemui kendala karena ada sebagian besar orang tua korban menganggap kasus ini sudah selesai, telah memaafkan pelaku.

"Yang kemudian menjadi pertanyaan kami selesai seperti apa? Karena kasus pelecehan seksual bukan delik aduan, tidak akan menghentikan proses hukum. Mungkin untuk permintaan maaf itu manusiawi, tapi tidak akan menghentikan proses hukum," ucapnya.

Dia menjelaskan, karena ini bukan delik aduan, siapa pun boleh melaporkan kepada pihak berwenang. Tapi katanya, ketika nanti polisi butuh data, butuh laporan dan pihak keluarga korban kekeh tidak mau melaporkan, hal ini yang agak membuat repot. 

"Untuk itu kami mendorong supaya keluarga atau korban membuka mindset mereka ini bukan aib, bukan tabu. Justru ketika ini tidak diungkap, tidak dilanjutkan, perlindungan anaknya tidak jalan. Hak anak tercederai karena anak tergantung orang tua," ujarnya. 

Imelda mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi ke UPTD Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA) Belitung Timur dan Kasat Reskrim Polres Belitung Timur. 

"Saat itu Kasat Reskrim juga mempertanyakan kenapa pihak sekolah tidak melaporkan, padahal ini kejadiannya di sekolah. Saat itu saya menjawab untuk saat ini kami fokus pada korban. Karena anak-anak ini ada yang akan ikut ujian sekolah, kami melihat sekilas dengan psikolog, anak-anak yang mendapatkan perlakukan demikian tentu akan mengalami depresi atau trauma," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut