Surat Yasin Ayat 5-6 tentang Diutusnya Nabi Muhammad SAW, Arab, Latin, Arti, dan Tafsirnya
Bahkan Allah menantang mereka yang meragukan dan beranggapan bahwa Al-Qur'an adalah karangan manusia agar membuat Al-Qur'an semisalnya. Allah berfirman:
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS. Al-Baqarah [2]: 23)
Kedua, kata tanzil dimaknai dengan irsal, yakni diutusnya Nabi Muhammad SAW merujuk pada ayat ke-3 dalam surah ini. Di antara mufassir yang berpendapat demikian di antaranya adalah at-Thabari dan al-Qurthubi.
Sedangkan makna yang ketiga, adalah semua aspek dalam agama Islam itu sendiri. Merujuk pada kata shirath al-Mustaqim pada ayat 4, adapun mufassir yang berpendapat demikian adalah Ibnu Katsir dan al-Maraghi.