Surat Yasin Ayat 5-6 tentang Diutusnya Nabi Muhammad SAW, Arab, Latin, Arti, dan Tafsirnya
Allah SWT berfirman:
تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ
Latin: Tanzīlal-'azīzir-raḥīm
Litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn
Artinya: (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang, agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. (QS Yasin : 5-6)
Menukil laman Tafsir Alquran, kata tanzil adalah masdar dari nazzala-yunazzilu yang artinya menurunkan. Lalu apa maksud dari diturunkan pada ayat ini? Setidaknya ada tiga aspek makna yang bisa digunakan.
Pertama, menurut al-Shabuni, Quraish Shihab, dan mayoritas ulama tafsir, memahami bahwa yang diturunkan adalah Al-Quran, ini merujuk kepada ayat ke-2 surat Yasin.
Pada ayat sebelumnya itu Allah menegaskan kedudukan Al-Qur'an sebagai kitab suci yang diturunkan kepada nabi yang ummi, yakni Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur'an bukanlah karangan manusia.
Penegasan semacam ini juga bisa dilihat dalam ayat-ayat lain, di antaranya dalam QS As-Syu’ara ayat 192, As-Sajdah ayat 2, Az-Zumar ayat 1, dan Al-Ghafir ayat 2.