Dikeroyok Kakak Kelas, Belasan Siswa SMU Unggul Pidie Jaya Luka Lebam dan Trauma
Mereka mengaku diancam oleh kakak kelas untuk tidak mengadukan kasus penganiayaan ini kepada sekolah maupun orang tua. Atas dasar itu mereka memilih untuk berjalan kaki sejauh 10 km dari sekolah menuju rumah salah satu wali murid.
"Berdasarkan hasil CT Scan rumah sakit, saya mengalami luka lebam di bagian dada, luka memar di bagian kepala, gangguan pada syaraf, sakit pada leher karena dicekik sehingga susah untuk makan dan minum," kata korban lainnya.
Salah seorang wali murid yang berhasil dimintai keterangannya mengaku menyayangkan kasus tersebut. Dia berharap kasus ini bisa diproses agar tidak terulang lagi di kemudian hari.
"Jangan korban dibiarkan tidak sekolah kakak kelasnya masih bisa sekolah. Padahal yang jadi korban itu anak-anak kami," ujarnya.
Kepala SMA Unggul Pidie Jaya, Nurjannah, sejauh ini belum memberi pernyataan atas kasus tersebut. Nurjannah tidak merespons ketika wartawan mencoba mengonfirmasinya melalui sambungan telepon.
Editor: Erwin C Sihombing