Menurutnya, selama ini sang suami tidak pernah memiliki musuh atau diteror oleh pihak yang diduga tidak senang dengan perkara yang ditanganinya. Selain itu, almarhum tidak pernah mengeluh ataupun bercerita tentang kegiatan, ancaman maupun terror yang dialaminya.
Pada hari kejadian, almarhum yang keluar rumah usai salat subuh bergegas ke Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang untuk menjemput seorang teman. Namun sampai saat ini, Zuraida mengaku tidak tahu siapa teman yang dijemputnya.
Zurainda juga mengenang, jika dia bersama sang suami berencana berangkat umrah pada 17 Desember mendatang. Namun nasib berkata lain. Mimpi berangkat bersama ke Tanah Suci sirna begitu saja.
“Saya sudah tanya ustaz apa saja yang harus dipersiapkan, namun terjadi hal seperti ini,” ucapnya.
Hal janggal lainnya, almarhum berpesan agar dia membayar SPP sekolah anak-anak sekaligus untuk beberapa bulan ke depan. Padahal, selama ini SPP rutin dibayarkan sebulan sekali.