Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial
Advertisement . Scroll to see content

Bubur Asyura, Sejarah dan Tradisi Hidangan Khas Perayaan 10 Muharram

Senin, 08 Agustus 2022 - 16:50:00 WIB
Bubur Asyura, Sejarah dan Tradisi Hidangan Khas Perayaan 10 Muharram
Gotong-royong membuat bubur Asyura saat menyambut Bulan Muharram Tahun Baru Islam. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

"Kemudian berpuasalah Nabi Nuh dihari itu sebagai ungkapan syukur kepada Allah. Nabi Nuh juga memerintahkan semua penumpang untuk ikut menunaikan puasa sebagai tanda syukur atas kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Para hewan semua juga ikut melakukan puasa.

Dinukil dari laman PISS-KTB, dihikayatkan, bahwa tatkala perahu Nabi Nuh as sudah berlabuh (siap digunakan) pada hari Asyuro, Nabi Nuh berkata kepada kaumnya: “kumpulkanlah semua perbekalan yang ada pada diri kalian!”. Lalu beliau menghampiri (mereka) dan berkata: “(ambillah) kacang fuul (semacam kedelai) ini sekepal, dan ‘adas (biji-bijian) ini sekepal, dan ini dengan beras, dan ini dengan gandum dan ini dengan jelai (sejenis tumbuhan yang bijinya/buahnya keras dibuat tasbih)”.

Kemudian Nabi Nuh berkata: “pasaklah semua itu oleh kalian!, niscaya kalian akan senang dalam keadaan selamat”. Dari peristiwa ini maka kaum muslimin (terbiasa) memasak biji-bijian. 

Kejadian di atas merupakan praktik memasak yang pertama kali terjadi di atas muka bumi setelah kejadian topan. Dan juga peristiwa itu dijadikan (inspirasi) sebagai kebiasan setiap hari Asyura. 

Versi lain menyatakan tradisi bubur Asyura juga berkaitan dengan kisah ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut