Analisis BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Sumut, Aceh dan Sumbar hingga 2 Desember
Hingga 29 November 2025, tim OMC telah melakukan 9 sorti penerbangan dari Posko Bandara Kualanamu. Total bahan semai yang digunakan mencapai 4.800 kg NaCl dan 2.400 kg CaO, dengan rencana tambahan 5 sorti penerbangan berikutnya yang fokus mengurangi curah hujan sebelum awan memasuki kawasan terdampak.
Selain di Medan, OMC juga dilaksanakan di Posko Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Iskandar Muda Aceh dan Posko Bandara Internasional Minangkabau Sumatera Barat. OMC di Aceh telah memasuki hari kedua dengan total 4 sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-SNP yang menyemai 2.000 kg NaCl dan 2.000 kg CaO.
Adapun OMC di Sumatera Barat yang dipusatkan di Posko Bandara Internasional Minangkabau telah melakukan 5 sorti penerbangan. Operasi ini menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-DPI dan PK-SNK dengan total bahan semai 4.400 kg NaCl untuk menekan potensi hujan lebat di wilayah terdampak bencana.
Lebih lanjut, OMC dijalankan secara intensif untuk mengurangi potensi curah hujan tinggi di wilayah-wilayah terdampak bencana hidrometeorologi. Tujuannya agar proses evakuasi warga, distribusi bantuan, dan berbagai upaya percepatan penanganan di lapangan dapat berlangsung lebih lancar dan efektif.
Demi memastikan seluruh rangkaian OMC berjalan baik, Faisal akan memeriksa langsung kesiapan tim, peralatan, pesawat, serta koordinasi lintas instansi yang terlibat. Ia juga memastikan seluruh sumber daya unit pelaksana teknis (UPT) BMKG di wilayah terdampak mampu menjalankan tugas di tengah situasi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.