Aksi Peduli Sumatra, Bimas Islam Kemenag dan UIN Jakarta Himpun Rp2,8 Miliar
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif.
Dia menyebut Aksi Peduli Sumatra sebagai gerakan moral, bukan agenda seremonial.
“Kegiatan ini bukan seremoni. Ini adalah kepedulian nyata yang lahir dari hati kita semua,” ujarnya.
Abu menyebut bencana sebagai ujian keimanan sekaligus peluang memperkuat solidaritas. Dia mengajak mahasiswa memadukan ilmu dan adab dalam setiap tindakan sosial.
“Belajar bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga adab. Tanpa adab, seseorang seperti pasien yang ditinggalkan tanpa obat,” ucapnya.
Abu juga mengapresiasi pembacaan Deklarasi Peduli Kemanusiaan oleh tokoh lintas agama. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi batas kepedulian.