Aksi Peduli Sumatra, Bimas Islam Kemenag dan UIN Jakarta Himpun Rp2,8 Miliar
Menag menekankan bahwa kepedulian tidak mensyaratkan kondisi berlebih. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Bantuan sekecil apa pun bernilai besar jika diberikan dengan ketulusan. Yang dinilai bukan jumlahnya, tetapi keikhlasan kita membantu sesama,” ucapnya.
Dia menambahkan, musibah juga menjadi ujian moral bagi masyarakat luas.
“Kalau kita tidak ikut membantu, artinya kita belum lulus dari ujian ini,” ujarnya.
Kehadiran Wali Band dan tokoh lintas agama memperkuat pesan kemanusiaan dalam Aksi Peduli Sumatra. Menag menyebut kolaborasi ini sebagai model dakwah kemanusiaan yang inklusif.
“Musibah mengajarkan kita bahwa perbedaan tidak boleh menghalangi semangat menolong. Ini momentum memperkuat ukhuwah kemanusiaan dan kebangsaan,” ujarnya di hadapan peserta.