Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejar Daya Tempuh Jauh, Pabrikan Otomotif Berlomba Kembangkan Motor Listrik Pintar
Advertisement . Scroll to see content

Polusi Kendaraan Tinggi, Intip Cara Pelaku Bisnis Mengurangi Emisi Karbon

Kamis, 14 April 2022 - 19:01:00 WIB
Polusi Kendaraan Tinggi, Intip Cara Pelaku Bisnis Mengurangi Emisi Karbon
Netralitas karbon sebagai upaya menyeimbangkan jumlah karbon dengan cara mengurangi emisi karbon yang dihasilkan selama periode waktu tertentu. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penggunaan sumber daya alam secara masif seperti minyak merupakan penyebab utama pemanasan global. Terlebih populasi kendaraan saat ini terus meningkat menjadi salah satu kontribusi utama tingginya emisi karbon

Sebab itu, diperlukan upaya pengurangan emisi karbon atau netralitas karbon demi menyelamatkan bumi dan seisinya. Salah satunya melalui elektrifikasi kendaraan (EV) atau mobil listrik. 

CEO KRBN-World, Kimbal Musk mengemukakan, netralitas karbon merupakan istilah yang digunakan dalam upaya menyeimbangkan jumlah karbon dengan cara mengurangi emisi karbon yang dihasilkan selama periode waktu tertentu melalui metode atau cara tertentu. Selaian elektifikasi juga ada langkah lain yang lebih strategis melalui bisnis. 

Misalnya, sebuah pabrik yang menghasilkan satu juta ton karbon dioksida per tahun perlu menanam 2.000 pohon buah-buahan, yang mampu menyerap satu juta ton karbon dioksida setiap tahunnya, sehingga mengimbangi emisi karbon pabrik tersebut dan mencapai netralitas karbon.

"Saat ini, ada metode baru untuk melakukan netralitas karbon yang bisa jadi peluang bisnis, yakni perdagangan karbon (carbon trading) yang merupakan kegiatan jual beli kredit karbon (carbon credit). Kredit karbon sendiri merupakan representasi dari hak bagi sebuah perusahaan untuk mengeluarkan sejumlah emisi karbon atau gas rumah kaca lain dalam proses industrinya," ujar Kimbal Musk dalam keterangan pers, Kamis (14/4/2022). 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut