Injak Usia 76 Tahun, Intip Perjalanan Bos PO Rosalia Indah dari Kernet Jadi Pemilik Ratusan Bus
“Masa kecil saya sangat kurang (mampu), saya enam bersaudara dan bapak saya hanya seorang buruh tani. Saya termotivasi untuk hidup mandiri, sekolah mandiri, sehingga membuat saya memiliki prinsip keluar dari rumah saat dewasa,” ujar Pak Roso.
Dia menjalani kehidupan dari bawah karena sulitnya mencari pekerjaan di kota dengan ijazah pas-pasan. Akhirnya dia menjadi kondektur bus.
“Dari kondektur pelan-pelan, dengan bekerja keras dan doa dari keluarga akhirnya saya menjadi agen bus Timbul Jaya. Saat itu, saya nyari penumpang sendiri, jadi calo sendiri, apa-apa sendiri,” katanya.
Selama 11 tahun mengabdi di Timbul Jaya sebagai seorang agen bus, Pak Roso mendapatkan banyak pelajaran. Bahkan, saat itu, istrinya juga membantu bekerja, sehingga keduanya memiliki pengalaman di dunia transportasi.
“Apa yang saya dapatkan istri saya juga dapatkan, karena saat itu kami mengelola sampai 36 bus Timbul Jaya. Pada saat itu, segala sesuatunya sudah saya yang menentukan, hampir 90 persen apa-apa saya,” kata Pak Roso.