Deretan PO Bus Besar Didirikan Perempuan, Ada Sampai 3 Generasi Punya Ratusan Armada dan SPBU
“Ibu sama Bapak awalnya punya toko untuk pertanian, dari situ membutuhkan truk buat angkut pupuk. Terus sejarahnya ada Bude, kakaknya ibu, yang lebih dulu merintis bus, ‘Ayo coba bermain di bis’,” kata Erike Kristiana Dewi, direktur PO Tami Jaya dalam video di kanal YouTube PerpalZ TV.
Meski ajakan datang dari orang terdekat sudah memperlihatkan hasil positif dari usaha bus, Mamiek tak langsung tergiur. Erike mengungkapkan sang ibu akhirnya tertarik dan mengorbankan salah satu truknya.
“Awal mulanya itu dari truk, pada zaman itu truk bagong. Itu di karoseri jadi bus, masih ada sampai sekarang. Dari situ ibu bermain bus kok seneng, terus ada tawaran beli bus seken. Akhirnya beli baru sampai sekarang,” ujarnya.
Erike menuturkan berdasarkan cerita yang ditangkap dari sang ibu dan mendiang ayah, mereka mengawali usaha tersebut dari coba-coba. Jika tak berhasil mereka masih memiliki usaha di bidang pertanian yang cukup kokoh menopang perekonomian keluarga.
“Kalau dari cerita ya ibu hanya mencoba, kan dulunya berurusannya sama barang, benda mati. Tapi tak tahu bagaimana, pada akhirnya kok bilus menyenangkan. Karena dulu (persaingannya) masih enak nggak seperti sekarang,” katanya.