Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Armuzna, DPR Wanti-Wanti Penyaluran Makanan hingga Bus Jemaah Haji
Advertisement . Scroll to see content

Deretan Kecelakaan Bus Paling Mengerikan di Indonesia, 54 Orang Terbakar akibat Tak Ada Alat Pemecah Kaca

Selasa, 31 Januari 2023 - 16:15:00 WIB
Deretan Kecelakaan Bus Paling Mengerikan di Indonesia, 54 Orang Terbakar akibat Tak Ada Alat Pemecah Kaca
Daya angkut penumpang bus yang tinggi tak jarang membuat belasan hingga puluhan nyawa harus melayang dalam satu kecelakaan bus. (Foto: Dok.Ilustrasi iNews.id/Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Disebutkan juga dalam regulasi tersebut bahwa bus garus memiliki akses keluar darurat berupa jedela, pintu darurat, dan akses lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan.

“Aturan itu (pemecah kaca) diwajibkan saat kecelakaan Paiton tahun 2003 lalu. Sebenarnya kalau di luar negeri sudah diwajibkan cuma di Indonesia belum ada yang pakai saat itu. Baru pas kecelakaan itu Dirjen mewajibkan bus dilengkapi martil pemecah kaca,” kata Djoko Setijowarno selaku pengamat transportasi dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat saat dihubungi iNews.id.

Djoko menyampaikan bahwa bus AKAP dan juga pariwisata harus mempersiapkan pintu darurat, sabuk pengaman, dan kotak P3K sebagai pertolongan pertama. Ia menegaskan saat ini hal tersebut menjadi standar keselamatan wajib.

Berikut daftar kecelakaan bus paling mengerikan di Indonesia:

1. Bus PO Kramat Djati terbakar di Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) pada 1995, yang menyebabkan 31 orang meninggal dunia.

2. Bus PO AKAS melaju dengan kecepatan tinggi dan sang sopir gagal mengendalikan bus sehingga badan bus masuk ke lubang galian tanah di Jalan Malan Kulon, Probolinggo, Jawa Timur, pada 17 April 1977, yang mengakibatkan 33 orang kehilangan nyawa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut