7 Pemilik PO Bus Berasal dari Sopir dan Kernet, Kini Kaya Raya walau Lahir dari Keluarga Kurang Mampu
6. PO Karyajasa

Pendiri PO Karyajasa, Wibisono menjalani usahanya dari sangat bawah. Lulus SMA, dia bekerja sebagai sales bahan bangunan, dan diangkat menjadi pengawas atau mandor.
Wibisono berhasil mengumpulkan uang dan akhirnya membeli truk gandeng untuk mengangkut bahan bangunan. Truk tersebut dikemudikan sendiri karena tak bisa membayar sopir. Lalu, dia melihat peluang di transportasi darat menggunakan bus, hingga memutuskan membeli bus yang juga disopiri sendiri.
Dia memilih fokus di bus pariwisata, mesiki bus AKAP paling populer. Dia sempat ditertawakan pengusaha lainnya karena dianggap bus pariwisata tak akan diminati orang. Namun, dia tetap memegang komitmennya dan PO Karyajasa masih bertahan hingga saat ini.
7. PO Sahaalah

Terlahir dari keluarga kurang mampu sebagai anak yatim, Nur Salim diasuh ibunya seorang diri setelah sang ayah meninggal dunia. Sementara sudara kandungnya dititipkan ke keluarga terdekat karena ekonomi keluarga yang sangat memprihatinkan.
Tak ingin merepotkan sang ibu, Nur Salim hanya melanjutkan sekolah sampai kelas 5 SD. Dia memilih membantu orang tuanya mencari nafkah untuk menyambung hidup.
Seiring berjalannya waktu, Nur Salim menjalani profesi sebagai sopir truk. Dia belajar banyak hal hingga akhirnya mahir mengemudikan kendaraan besar, paham mesin dan manajemen perusahaan.
Berbekal pengalaman panjangnya, Nur Salim memberanikan diri membangun perusahaan otobus (PO) sendiri bernama Sahaalah. Meski sebagai pendatang baru, operator bus yang bermarkas di Jepara, Jawa Tengah tersebut kini cukup disegani dan memiliki pelanggan sendiri.
Editor: Dani M Dahwilani