Penjualan Motor pada Januari-Maret 2025 Turun 2,9 Persen, Kenapa?
Meski demikian, jumlah ekspor motor buatan Indonesia secara utuh atau Completely Built Up (CBU) mengalami peningkatan. Pada Maret 2025, ekspor CBU mencapai 49.998 unit, sementara pada Februari 2025 sebesar 43.899 unit.
Tapi, terjadi penurunan pada ekspor CKD atau motor yang dikirimkan dengan bagian-bagian terpisah dan juga komponen. Tercatat pada Maret 2025, ekspor CKD hanya menembus 663.285 unit sementara pada bulan sebelumnya mencapai 738.084 unit.
Untuk ekspor komponen, pada bulan ketiga tahun ini hanya sebesar 11.465.800 unit. Berbeda dengan bulan Februari yang totalnya mencapai 11.856.166 unit.
Kendati mengalami penurunan, Executive Vice President PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya memprediksi penjualan sepeda motor tahun ini akan mencapai 6,5 juta unit, sedikit membaik dari penjualan tahun lalu.
"Harapan kami trennya masih bisa bertumbuh, sehingga harapannya pasar sepeda motor kalau dari tahun lalu masih 6,3 juta, tahun ini kita harapkan bisa mencapai minimal 6,5 juta," kata Thomas.
Seperti diketahui, saat ini gejolak ekonomi dan efisiensi yang dicanangkan pemerintah di awal tahun telah memengaruhi daya beli masyarakat khususnya kelas menang bawah.
Di mana mayoritas pasar sepeda motor adalah konsumen entry level. Penjualan motor bisa menjadi indikator kondisi masyarakat sebenarnya, terlebih kendaraan roda dua merupakan alat trasportasi utama mereka.
Editor: Dani M Dahwilani