Otomotif Penuh Tantangan, Perusahaan Pembiayaan Tingkatkan Penetrasi Pasar di Daerah
JAKARTA, iNews.id - Industri otomotif nasional tengah menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2026. Kondisi ini mendorong perusahaan pembiayaan untuk mengubah strategi dengan meningkatkan penetrasi pasar ke daerah guna menjaga pertumbuhan bisnis.
Sejumlah pelaku industri menyebut, tekanan daya beli masyarakat serta ketatnya persaingan menjadi faktor utama yang memengaruhi penjualan kendaraan. Di sisi lain, tren suku bunga dan ketidakpastian ekonomi turut memberikan dampak terhadap minat konsumen.
Perusahaan pembiayaan pun mulai melirik wilayah luar kota besar sebagai peluang baru. Mereka menilai, potensi pasar di daerah masih terbuka lebar, terutama untuk segmen kendaraan empat.
Seperti yang dilakukan perusahaan pembiayaan ACC. Bekerja dengan Toyota, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Suzuki, Honda dan BYD, mereka menggelar ACC Carnaval di Samarinda, Kalimantan Timur.
Area Manager Sales ACC Kalimantan, Willy Winardi mengatakan ACC Carnival Samarinda hadir untuk menjawab kebutuhan kendaraan masyarakat Samarinda dan sekitarnya.