Ganti Air Radiator Motor Berapa Bulan Sekali? Banyak Biker Masih Salah Kaprah
Kerak tersebut menghambat proses pelepasan panas sehingga mesin lebih cepat overheat. Pengendara disarankan menggunakan coolant khusus motor yang mengandung anti karat dan memiliki titik didih lebih tinggi. Dengan coolant berkualitas, suhu mesin tetap stabil meski motor digunakan dalam kondisi macet atau perjalanan jauh.
2. Rutin Cek Level Coolant Reservoir
Pemeriksaan tabung reservoir menjadi langkah sederhana yang wajib dilakukan secara rutin. Pastikan cairan pendingin berada di antara batas minimum dan maksimum.
Jika coolant cepat berkurang tanpa kebocoran yang terlihat, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada mesin. Kebocoran internal atau paking mesin aus menjadi penyebab yang cukup sering terjadi. Mengabaikan kondisi ini berisiko membuat motor mengalami overheat di tengah perjalanan.
3. Kuras Air Radiator Secara Berkala
Poin ini menjadi jawaban utama soal ganti air radiator motor berapa bulan sekali. Para mekanik menyarankan penggantian coolant dilakukan setiap 6 hingga 12 bulan atau setelah motor menempuh jarak sekitar 10.000 hingga 12.000 kilometer.
Namun, untuk motor yang sering dipakai di kondisi macet atau cuaca panas ekstrem, pengurasan radiator sebaiknya dilakukan setiap 4 hingga 6 bulan. Pengurasan radiator bukan hanya membuang cairan lama, tetapi juga membersihkan saluran pendingin dari lumpur dan kerak yang menumpuk.