Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PT KAI Umumkan Aturan Baru Batas Bagasi selama Musim Mudik, Cek di Sini!
Advertisement . Scroll to see content

Unik! Ford Hilangkan Bagasi Depan pada Mustang Mach-E 2026, Kini Jadi Opsi Tambahan Harus Bayar

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:31:00 WIB
Unik! Ford Hilangkan Bagasi Depan pada Mustang Mach-E 2026, Kini Jadi Opsi Tambahan Harus Bayar
Berdasarkan informasi terbaru, bagasi depan Mustang Mach-E 2026 diposisikan sebagai opsi tambahan dengan harga 495 dolar AS atau sekitar Rp7 jutaan. (Foto: Ford/Cracoops)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idFord Mustang Mach-E model 2026 hadir dengan sejumlah perubahan yang langsung memancing perhatian. Salah satu yang paling mencolok adalah dihapusnya bagasi depan atau frunk sebagai perlengkapan standar.

Kini, konsumen yang menginginkan ruang penyimpanan tambahan di bagian depan harus membayar ekstra. Berdasarkan konfigurator online terbaru, frunk diposisikan sebagai opsi tambahan dengan banderol 495 dolar AS atau sekitar Rp7 jutaan.

Dilansir dari Carscoops, Kamis (26/2/2026), informasi tersebut pertama kali ramai dibahas setelah ditemukan dalam pembaruan konfigurator resmi pabrikan. Menariknya, ini menjadi salah satu contoh langka di industri kendaraan listrik ketika fitur yang sebelumnya standar justru berubah menjadi opsi berbayar.

Selama ini, frunk identik dengan mobil listrik karena tidak adanya mesin konvensional di bagian depan. Meski begitu, tidak semua kendaraan listrik memiliki fitur tersebut. Namun jarang ada kasus di mana frunk dicopot dari daftar standar seperti yang dilakukan Ford kali ini.

Pihak pabrikan menyebut keputusan itu diambil berdasarkan perilaku konsumen. Mereka mengklaim tidak banyak pemilik Mustang Mach-E yang benar-benar memanfaatkan bagasi depan dalam penggunaan sehari-hari.

Menghilangkan frunk sebagai fitur bawaan, Ford mengaku dapat memangkas biaya produksi. Penghematan tersebut diteruskan kepada pelanggan dalam bentuk penyesuaian harga.

Sebagai gambaran, varian performa tinggi seperti Ford Mustang Mach-E GT dilaporkan mengalami penurunan harga hampir 1.000 dolar AS dibanding model tahun sebelumnya. Namun, untuk varian entry-level, harga awalnya tetap berada di angka 37.795 dolar AS, sehingga distribusi efisiensi biaya dinilai tidak merata di seluruh lini.

Perubahan pada Mustang Mach-E 2026 tidak berhenti pada frunk. Beberapa detail kecil juga ikut dipangkas demi efisiensi. Kantong peta di belakang jok depan misalnya, kini dihilangkan. Meski terlihat sepele, langkah tersebut diyakini mampu memangkas biaya produksi dalam skala besar.

Varian Mach-E Rally mengalami revisi tampilan. Spoiler belakang serta grafis khas yang sebelumnya menjadi identitas standar kini dipindahkan ke daftar opsi tambahan.

Paket Tampilan Perunggu yang sempat menjadi daya tarik visual juga tak lagi tersedia sebagai pilihan standar. Konsumen yang menginginkan tampilan lebih eksklusif harus mempertimbangkan konfigurasi tambahan lain.

Meski ada sejumlah pengurangan, tidak semua perubahan bernuansa negatif. Ford justru menambahkan sentuhan praktis di bagian belakang dengan menghadirkan pegangan kecil fisik pada pintu belakang.

Pegangan tersebut serupa dengan yang ada di pintu depan. Meski pengguna tetap harus menekan tombol elektronik untuk membuka pintu, kehadiran komponen fisik memberi kemudahan saat menarik pintu setelah terbuka.

Langkah ini dinilai sebagai kompromi di tengah meningkatnya sorotan terhadap sistem pegangan pintu elektronik. Dalam setahun terakhir, berbagai pemberitaan negatif terkait handle elektrik serta perubahan regulasi di sejumlah pasar global membuat banyak produsen mempertimbangkan kembali desain tersebut.

Bukan tidak mungkin Ford pada akhirnya kembali ke sistem pegangan pintu yang lebih tradisional. Namun untuk saat ini, konfigurasi modern tersebut masih dipertahankan pada Mustang Mach-E 2026.

Strategi Ford memang terbilang berani. Di satu sisi, perusahaan berupaya menjaga daya saing harga di tengah tekanan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat.

Di sisi lain, keputusan menjadikan frunk sebagai fitur opsional berbayar hampir 500 dolar AS memunculkan perdebatan. Apakah konsumen benar-benar merasa diuntungkan dengan penghematan harga dasar, atau justru harus membayar lebih untuk fitur yang sebelumnya dianggap standar?

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut