Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Penyebab Motor Turun Mesin, Kebiasaan Buruk Ini Sering Diabaikan
Advertisement . Scroll to see content

Suzuki Tutup Pabrik di Thailand pada 2025, Apa Akan Dipindahkan ke Indonesia?

Minggu, 09 Juni 2024 - 07:46:00 WIB
Suzuki Tutup Pabrik di Thailand pada 2025, Apa Akan Dipindahkan ke Indonesia?
Suzuki Motor Corporation memutuskan menutup pabrik di Thailand pada 2025, apakah akan dialihkan ke Indonesia? (Foto: Dok iNews.id) 
Advertisement . Scroll to see content

Kendati begitu, konsumen akan tetap bisa memiliki mobil Suzuki. Nantinya seluruh mobil yang beredar di Negeri Gajah Putih berstatus CBU (Completely Built Up) alias diimpor sepenuhnya dari luar negeri.

“Bahkan, setelah pabriknya ditutup, SMT akan melanjutkan penjualan dan layanan purna jualnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Thailand, melalui impor CBU dari pabrik di kawasan ASEAN serta Jepang dan India,” tulis keterangan resmi Suzuki Global.

Berdasarkan data yang dibagikan Suzuki, SMT selama ini hanya memproduksi 7.579 unit, meliputi model Swift, Ciaz, dan Celerio. Mobil-mobil tersebut masih akan dijual di Thailand dengan cara impor.

Selain itu, untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan netralitas karbon yang dipromosikan pemerintah Thailand, perusahaan akan memperkenalkan model-model listrik termasuk kendaraan hybrid

Suzuki sudah mulai fokus pada elektrifikasi dengan memperkenalkan sejumlah mobil hybrid di sejumlah negara. Bahkan, mereka siap meluncurkan mobil listrik usai melakukan studi panjang terhadap elektrifikasi di seluruh dunia.

Salah satu basis produksi mobil Suzuki adalah Indonesia. Diketahui, Suzuki Indonesia mengekspor sejumlah model mobil hybrid ke negara-negara di ASEAN, yaitu Ertiga Hybrid dan XL7 Hybrid. Mereka juga mengirimkan banyak mobil niaga ringan ke luar negeri, yakni Carry.

Apakah basis produksi di Thailand akan dialihkan ke Indonesia? Ini menjadi peluang besar mengingat Indonesia merupakan salah satu pusat produksi mobil Suzuki, setelah India dan Jepang.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut