Sejarah PO NPM, Bus Tertua yang Masih Beroperasi sampai Sekarang di Indonesia
Pada awal perkembangannya, PO NPM hanya melayani beberapa trayek dalam provinsi Sumatera Barat. Baru beberapa puluh tahun kemudian, PO ini berkembang dengan membuka rute ke berbagai kota di pulau Sumatra.
"Pada generasi kedua yang melanjutkan adalah ayah saya Chairul Bahauddin. Dari sembilan bersaudara, ayah saya anak bungsu. Saat SMA mau kuliah, beliau disuruh tangani perusahaan oleh kakek saya," kata Angga Vircansa Chairul.
Memasuki dekade 1980-an, PO NPM mulai menjalani trayek ke pulau Jawa. Saat itu, nama-nama besar seperti PO ALS dan PO PMTOH sudah lahir dan menjadi pesaing.
Dari Sumatera Barat, PO NPM akhirnya memperluas trayeknya dan memulai pemberangkatan ke berbagai jurusan di pulau Jawa dari beberapa kota, seperti Padang, Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh, dan lainnya.
Era 1900-an hingga awal 2000 adalah puncak kejayaan PO NPM ditandai dengan dibukanya jaringan trayek yang membentang mulai dari Medan, Pekanbaru, Dumai, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung di pulau Sumatra, hingga Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung di pulau Jawa. NPM juga melayani trayek utama di Sumbar, yaitu Padang – Bukittinggi.