Penetrasi Kendaraan Listrik Belum Maksimal, Ini Tantangan Perkembangan EV di Indonesia
Meski SNI 8872 terkait keamanan baterai sudah hadir sejak 2019, regulasi ini belum diwajibkan pemerintah. Padahal, keamanan baterai berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna kendaraan listrik.
Susan berharap diskusi ini dapat mendorong sinergi antara pelaku industri, pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Melalui regulasi dan infrastruktur yang tepat, Indonesia dapat mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan ramah lingkungan.
Menangapi tantangan infrastruktur kendaraan listrik, Head of CEO Office ALVA, William Kusuma mengatakan, perusahaan telah menjalin kerja sama dengan bengkel-bengkel di sekitar dealer. Setiap dealer ALVA kini didukung setidaknya empat bengkel. Hingga pertengahan 2025, tercatat ada 46 bengkel di seluruh Indonesia yang siap melayani kendaraan listrik.
Profesor Evvy Kartini, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus pendiri National Battery Research Institute (NBRI), menyoroti pentingnya penguasaan teknologi baterai untuk mendukung elektrifikasi kendaraan. Terlebih Indonesia memiliki sumber bahan baterai nikel yang melimpah.
“Baterai adalah teknologi inti dalam transisi energi global. Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama karena cadangan nikel kita adalah yang terbesar di dunia,” kata Profesor Evvy.