Pangsa Pasar Mobil Jepang Turun, Mazda Akui Ikut Terkoreksi
Ricky mengungkapkan Mazda hanya mengalami penurunan 0,12 persen market share pada Oktober 2025. Ini lebih rendah dibanding dari pangsa pasar beberapa pabrikan Jepang lain yang terkoreksi 2–3 persen.
Pada level retail, kontraksi sebesar 39-44 persen terjadi pada beberapa brand kompetitor asal Jepang dan Eropa di segmen kendaraan premium. Sementara Mazda berada di 29 persen. Ini ditopang performa stabil Mazda CX-5, Mazda CX-3, dan Mazda 3 Hatchback, line-up yang dikenal dengan keindahan desain dan karakter berkendara khas Mazda.
“Emotional appeal adalah kekuatan kami. Konsumen membeli bukan hanya karena logika, tetapi juga cinta terhadap desain dan kualitas produk Mazda,” ujar Ricky.
Ricky menekankan bahwa terdapat beberapa faktor dalam pembelian kendaraan di Indonesia. Konsumen kini semakin cermat menilai Total Ownership Cost (TOC), yang mencakup biaya aftersales (service & maintenance), biaya registrasi dan administrasi, hingga nilai jual kembali (resale value). Seluruh aspek TOC ini membentuk fondasi rasional dalam pengambilan keputusan.
Namun, faktor tersebut tidak berdiri sendiri. Ekosistem otomotif dipengaruhi pula oleh elemen eksternal, seperti regulasi pemerintah, dinamika industri, dan kesiapan infrastruktur, semuanya membentuk momentum pasar dan arah preferensi konsumen.