Miris Lamborghini Terlindas Truk Pikap, Pengemudi Tak Sadar Disangka Polisi Tidur
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya konsep kompatibilitas tabrakan atau crash compatibility. Perbedaan tinggi kendaraan menjadi faktor utama dalam kasus ini. Lamborghini yang memiliki desain rendah membuatnya sulit terlihat pengemudi truk yang jauh lebih tinggi.
Selain itu, modifikasi ekstrem seperti penggunaan kit pengangkat dan ban berukuran besar pada truk dapat memperbesar titik buta pengemudi. Hal ini membuat visibilitas ke depan semakin terbatas, terutama saat berada di area sempit seperti tempat parkir.
Kondisi tersebut memperbesar risiko kecelakaan, bahkan akibat kelalaian kecil sekalipun. Dalam kasus ini, pengemudi Silverado dinilai tidak hanya lalai, tetapi juga berkendara dengan kecepatan yang tidak sesuai di area parkir.
Peristiwa ini memicu perdebatan terkait regulasi kendaraan modifikasi. Saat ini, tidak banyak aturan yang mewajibkan pengemudi membuktikan bahwa kendaraan yang telah dimodifikasi secara ekstrem masih aman digunakan di jalan raya.
Padahal, kendaraan dengan dimensi besar dan tinggi ekstrem membutuhkan kemampuan serta kesadaran ekstra dalam pengoperasiannya. Di sisi lain, pengemudi kendaraan seperti ini umumnya tidak memerlukan lisensi khusus, berbeda dengan kendaraan berat lainnya.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi yang menimpa Lamborghini Huracan menjadi konsekuensi nyata dari kelalaian yang seharusnya bisa dihindari. Sang pengemudi perempuan tentunya harus mengganti rugi.
Editor: Dani M Dahwilani