Kenapa 1 dari 4 Mobil Kini Rusak Parah usai Kecelakaan? Pemilik Kendaraan dan Asuransi Rugi
Namun, usia mobil bukan satu-satunya penyebab. Kendaraan modern kini dipenuhi teknologi canggih seperti ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems). Sistem ini mengandalkan radar, lidar, hingga sensor ultrasonik yang terintegrasi langsung ke bumper dan kaca depan.
Dulu, benturan ringan cukup diselesaikan dengan mengganti bumper. Kini, satu benturan kecil bisa merusak sensor mahal yang memerlukan kalibrasi ulang, membuat biaya perbaikan melonjak tajam.
Tak hanya itu, kaca depan modern juga dibekali berbagai fitur pintar, mulai dari sensor hujan hingga kamera keselamatan. Kombinasi teknologi ini membuat proses perbaikan jauh lebih kompleks dan mahal dibandingkan beberapa tahun lalu.
Faktor eksternal seperti tarif impor dan gangguan rantai pasok turut memperkeruh situasi. Harga suku cadang menjadi tidak stabil, sementara klaim kecelakaan ringan justru menurun, sehingga proporsi mobil rusak total semakin besar.
Dampaknya terasa langsung ke kantong pemilik kendaraan. Hingga kuartal ketiga 2025, biaya perbaikan rata-rata naik dari 4.700 dolar AS menjadi 4.768 dolar AS. Biaya klaim medis pun meningkat, seiring perawatan cedera yang lebih mahal dan muncul lebih awal dalam proses klaim.