Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesanan Mobil Listrik J5 Tembus 15.000 Unit, Jaecoo Target 10.000 Unit Terkirim ke Konsumen Sebelum Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Hitung Biaya Operasional Mobil Hybrid dan BEV, Bikin Kaget Jaecoo Catat Rp9.000 per Hari

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:28:00 WIB
Hitung Biaya Operasional Mobil Hybrid dan BEV, Bikin Kaget Jaecoo Catat Rp9.000 per Hari
Jaecoo melakukan simulasi biaya operasional pada dua model mesin kendaraannya, yaitu PHEV dan BEV. Bagaimana dengan mobil ICE? (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Rendahnya biaya operasional tersebut dipengaruhi efisiensi kendaraan yang menggunakan baterai berkapasitas 60,9 kWh. Berdasarkan pengujian internal di Indonesia, mobil ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 534 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Jarak tempuh tersebut bahkan melampaui estimasi berdasarkan standar New European Driving Cycle (NEDC) yang berada di kisaran 461 kilometer.

Rutinitas perjalanan sekitar 50 kilometer per hari, pengguna diperkirakan hanya perlu melakukan pengisian daya sekali untuk beberapa hari penggunaan.

Dalam simulasi jangka panjang, biaya energi kendaraan listrik ini juga tergolong rendah. Untuk periode tiga bulan, biaya energi diperkirakan sekitar Rp872.000, sedangkan dalam satu tahun mencapai sekitar Rp3,48 juta.

Biaya Operasional PHEV

Selain mobil listrik Jaecoo J5 EV, mereka juga memiliki dua model mobil plug-in hybrid, yaitu Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS 

Model JAECOO J7 SHS-P menggunakan teknologi Super Hybrid System (SHS) dengan konsumsi bahan bakar sekitar 35 kilometer per liter. Penggunaan sekitar 1.500 kilometer per bulan, biaya energi diperkirakan mencapai Rp486.814 per bulan atau sekitar Rp5,84 juta per tahun.

Sementara itu, model premium Jaecoo J8 SHS-P ARDIS dengan kapasita lebih besar 7-penumpang memiliki kemampuan berkendara listrik hingga sekitar 180 kilometer. Konsumsi bensinnya sekitar 23,7 kilometer per liter, sehingga biaya energi bulanannya diperkirakan mencapai Rp584.793 atau sekitar Rp7,01 juta per tahun.

Walau lebih tinggi dibanding model listrik murni, biaya di bawah Rp600.000 per bulan untuk SUV berukuran besar masih tergolong efisien. Terlebih kendaraan ini juga dilengkapi sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) yang mendukung performa dan stabilitas berkendara.

Jika dibandingkan dengan mobil konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) sekelasnya, biaya energi kendaraan tersebut terlihat lebih hemat. Mobil berbahan bakar bensin di kelas yang sama dapat menghabiskan biaya hingga Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per bulan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut