Hitung Biaya Operasional Mobil Hybrid dan BEV, Bikin Kaget Jaecoo Catat Rp9.000 per Hari
JAKARTA, iNews.id – Salah satu pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan selain harga dan kualitas produk adalah biaya operasional. Semakin boros kendaraan yang digunakan semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan.
Saat ini, banyak pilihan model kendaraan elektrifikasi (EV) yang lebih efisien, mulai dari mobil hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV) hingga mobil listrik bertenaga baterai (BEV).
Lalu, seberapa efisien pilihan kendaraan tersebut? Pabrikan mobil asal China, Jaecoo melakukan simulasi biaya operasional pada dua jenis mesin kendaraannya, yaitu PHEV dan BEV.
Mereka mencatat biaya operasional kendaraannya rata-rata sekitar Rp290.000 hingga Rp584.000 per bulan. Dapat dari mana angka tersebut?
Jaecoo mengungkapkan simulasi yang mereka lakukan dengan asumsi penggunaan kendaraan sekitar 1.500 kilometer per bulan. Pola tersebut melihat mobilitas rata-rata pengguna kendaraan di kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Simulasi ini menggunakan asumsi perjalanan sekitar 50 kilometer per hari pada hari kerja atau sekitar 1.000 kilometer per bulan. Selain itu, ditambah perjalanan lain sekitar 500 kilometer dalam satu bulan.
“Kami melihat banyak konsumen yang masih membandingkan berbagai teknologi kendaraan sebelum menentukan pilihan. Lewat simulasi biaya operasional kami ingin membantu konsumen memahami estimasi pengeluaran energi dari setiap lini kendaraan sehingga dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma dalam keterangan persnya, Selasa (17/3/2026).
Biaya Operasional BEV
Dalam simulasi tersebut, model BEV Jaecoo J5 EV menjadi kendaraan dengan biaya energi paling rendah. Asumsi tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya penggunaan energinya diperkirakan sekitar Rp290.760 per bulan.
Jika dihitung secara harian, biaya tersebut setara dengan sekitar Rp9.600 per hari. Angka ini bahkan lebih rendah dibanding harga minuman kopi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Rendahnya biaya operasional tersebut dipengaruhi efisiensi kendaraan yang menggunakan baterai berkapasitas 60,9 kWh. Berdasarkan pengujian internal di Indonesia, mobil ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 534 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Jarak tempuh tersebut bahkan melampaui estimasi berdasarkan standar New European Driving Cycle (NEDC) yang berada di kisaran 461 kilometer.
Rutinitas perjalanan sekitar 50 kilometer per hari, pengguna diperkirakan hanya perlu melakukan pengisian daya sekali untuk beberapa hari penggunaan.
Dalam simulasi jangka panjang, biaya energi kendaraan listrik ini juga tergolong rendah. Untuk periode tiga bulan, biaya energi diperkirakan sekitar Rp872.000, sedangkan dalam satu tahun mencapai sekitar Rp3,48 juta.
Biaya Operasional PHEV

Selain mobil listrik Jaecoo J5 EV, mereka juga memiliki dua model mobil plug-in hybrid, yaitu Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS
Model JAECOO J7 SHS-P menggunakan teknologi Super Hybrid System (SHS) dengan konsumsi bahan bakar sekitar 35 kilometer per liter. Penggunaan sekitar 1.500 kilometer per bulan, biaya energi diperkirakan mencapai Rp486.814 per bulan atau sekitar Rp5,84 juta per tahun.
Sementara itu, model premium Jaecoo J8 SHS-P ARDIS dengan kapasita lebih besar 7-penumpang memiliki kemampuan berkendara listrik hingga sekitar 180 kilometer. Konsumsi bensinnya sekitar 23,7 kilometer per liter, sehingga biaya energi bulanannya diperkirakan mencapai Rp584.793 atau sekitar Rp7,01 juta per tahun.
Walau lebih tinggi dibanding model listrik murni, biaya di bawah Rp600.000 per bulan untuk SUV berukuran besar masih tergolong efisien. Terlebih kendaraan ini juga dilengkapi sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) yang mendukung performa dan stabilitas berkendara.
Jika dibandingkan dengan mobil konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) sekelasnya, biaya energi kendaraan tersebut terlihat lebih hemat. Mobil berbahan bakar bensin di kelas yang sama dapat menghabiskan biaya hingga Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per bulan.

Editor: Dani M Dahwilani