Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

Heboh! Mobil Bermesin Pesawat Bom Nuklir Nyaris Dilelang, Tenaganya Tembus 6.930 Tenaga kuda

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24:00 WIB
Heboh! Mobil Bermesin Pesawat Bom Nuklir Nyaris Dilelang, Tenaganya Tembus 6.930 Tenaga kuda
Flying Caduceus, mobil jet legendaris bertenaga mesin pembom nuklir, pelopor balap kecepatan darat modern. (Foto: Bonhams)
Advertisement . Scroll to see content

Ambisi tersebut bahkan tergambar pada speedometer mobil yang menunjukkan skala hingga lebih dari 700 mph. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi bukanlah tenaga mesin, melainkan kemampuan ban untuk bertahan pada putaran ekstrem.

Berdasarkan catatan sejarah, Ostich dan timnya menyadari ban biasa akan hancur ketika digunakan pada kecepatan yang mereka targetkan. Untuk mengatasi masalah itu, perusahaan ban Firestone ikut terlibat dalam proyek pengembangan roda dan ban khusus yang mampu menahan gaya putar luar biasa besar.

Sumber tenaga Flying Caduceus berasal dari mesin turbojet General Electric J47-19. Mesin tersebut sebelumnya digunakan sebagai pendorong tambahan pesawat pembom strategis Convair B-36 Peacemaker milik Angkatan Udara Amerika Serikat pada awal era Perang Dingin.

Turbojet tersebut mampu menghasilkan daya dorong sebesar 5.200 pound. Jika dikonversi, tenaga itu setara dengan sekitar 6.930 horsepower (hp), angka yang sangat besar bahkan untuk standar kendaraan performa tinggi masa kini.

Mesin raksasa itu dipasang pada rangka tubular berdiameter empat kaki yang dibungkus bodi aluminium ringan. Flying Caduceus juga dilengkapi suspensi independen empat roda, rem cakram, dan parasut sepanjang delapan kaki yang berfungsi membantu proses pengereman setelah melesat pada kecepatan tinggi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut