Ekspansi, Lepas Targetkan Bangun 40 Jaringan Dealer Mobil di Indonesia
Menurut Lindawati, fenomena ini mirip dengan perkembangan mobil matik pada masa lalu yang sempat diragukan masyarakat “Pasti confidence, karena kami melihat ke depannya NEV akan menjadi nomor satu, sama seperti dulu saat mobil matik mulai berkembang,” ujarnya.
Dia menuturkan, pada awal kemunculannya mobil matik juga sempat dipandang sebelah mata karena dianggap belum mumpuni. Namun, seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, kendaraan tersebut kini justru mendominasi pasar otomotif.
Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada kendaraan listrik dan hybrid saat ini. Bahkan, hingga tahun lalu masih banyak anggapan kendaraan elektrifikasi belum cukup impresif untuk digunakan masyarakat luas.
“Dulu juga banyak yang meragukan mobil matik karena dianggap belum mumpuni. Sama seperti sekarang, masih ada anggapan bahwa kendaraan listrik belum impresif dan segala macam,” kata Lindawati.
Dia menilai perkembangan NEV kini semakin pesat karena mendapat dukungan pemerintah serta dipengaruhi kondisi harga bahan bakar minyak (BBM). Faktor tersebut membuat masyarakat mulai melirik kendaraan elektrifikasi sebagai pilihan mobilitas masa depan.