Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Terapkan Standar Wajib Sistem Kemudi Otomatis mulai Juli 2026, Dorong Keamanan Mobil Pintar
Advertisement . Scroll to see content

China Larang Setir Setengah Roda, Tesla Kena Imbas?

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:35:00 WIB
China Larang Setir Setengah Roda, Tesla Kena Imbas?
Regulasi baru pemerintah China, melarang kemudi setengah roda demi keselamatan pengemudi. (Foto: Tesla)
Advertisement . Scroll to see content

Kemudi Yoke Sulit Penuhi Syarat Uji Benturan

Tantangan terbesar bagi kemudi setengah roda terletak pada skema pengujian baru. Standar tersebut mewajibkan uji benturan pada sepuluh titik spesifik di pelek roda kemudi, termasuk titik tengah area terlemah dan titik tengah area terpendek yang tidak ditopang.

Pada kemudi model yoke yang tidak memiliki bagian atas, beberapa titik uji tersebut secara fisik tidak tersedia. Kondisi ini membuat desain setir setengah roda hampir mustahil memenuhi persyaratan nasional terbaru.

Data kecelakaan yang dikutip Autohome menunjukkan 46 persen cedera pengemudi berasal dari mekanisme kemudi. Setir bundar tradisional dinilai mampu memberikan peredaman area yang lebih luas ketika tubuh pengemudi terdorong ke depan saat benturan.

Sebaliknya, kemudi setengah lingkaran memungkinkan tubuh melewati ruang kosong bagian atas setir saat terjadi benturan sekunder. Situasi itu dinilai meningkatkan risiko cedera secara signifikan.

Risiko Airbag dan Keluhan Pengguna

Kekhawatiran lain muncul dari aspek keselamatan airbag. Standar baru melarang benda keras seperti bagian logam atau plastik mengenai penumpang saat airbag mengembang.

Struktur kemudi setengah yang tidak simetris berpotensi menimbulkan pola retakan tak terduga saat airbag aktif dalam hitungan milidetik. Validasi menggunakan kamera kecepatan tinggi pun dinilai sulit memastikan konsistensi hasilnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut