Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Terapkan Standar Wajib Sistem Kemudi Otomatis mulai Juli 2026, Dorong Keamanan Mobil Pintar
Advertisement . Scroll to see content

China Larang Setir Setengah Roda, Tesla Kena Imbas?

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:35:00 WIB
China Larang Setir Setengah Roda, Tesla Kena Imbas?
Regulasi baru pemerintah China, melarang kemudi setengah roda demi keselamatan pengemudi. (Foto: Tesla)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Pemerintah China bersiap melarang kemudi setengah roda atau model yoke seperti yang digunakan pada sejumlah model Tesla. Kebijakan ini tertuang dalam draf standar nasional wajib yang akan berlaku mulai 1 Januari 2027.

Dilansir dari Carnews China, Selasa (17/2/2026), Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) menerbitkan draf standar GB 11557-202X berjudul, “Ketentuan yang melindungi pengemudi dari cedera akibat mekanisme kemudi kendaraan bermotor.” 

Aturan baru ini secara signifikan menghapus seluruh konten teknis yang berkaitan dengan desain kemudi setengah roda.

Langkah tersebut menandakan sikap hati-hati regulator terhadap desain setir nonkonvensional yang belakangan populer di era kendaraan listrik.

Standar Keselamatan Diperketat, Selaras Aturan Internasional

Standar keselamatan sebelumnya, GB 11557-2011, telah digunakan lebih dari satu dekade. Namun, regulasi itu dinilai tidak lagi memadai untuk mengevaluasi teknologi baru seiring pesatnya pertumbuhan mobil listrik.

Dalam pembaruan terbaru, China menyelaraskan regulasi dengan standar internasional, termasuk UN R12. Salah satu perubahan penting adalah penurunan batas gaya horizontal dalam uji modul manusia menjadi 11.110N.

Selain itu, aturan baru menetapkan ambang batas ketat untuk perpindahan ke atas dan ke belakang kolom kemudi saat terjadi tabrakan. Seluruh model kendaraan kini wajib lulus uji verifikasi benturan manusia tanpa pengecualian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut