Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Butuh 100.500 Unit, Bos Agrinas Sebut Pabrikan Dalam Negeri Hanya Sanggup 45.000 Mobil Pikap

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:34:00 WIB
Butuh 100.500 Unit, Bos Agrinas Sebut Pabrikan Dalam Negeri Hanya Sanggup 45.000 Mobil Pikap
PT Agrinas Pangan Nusantara menyebut pabrikan otomotif dalam negeri hanya sanggup produksi 45.000 unit pikap dari total kebutuhan 105.000 unit lebih. (Foto: Mitsubishi)
Advertisement . Scroll to see content

Untuk kategori truk ringan atau light truck, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) telah melampaui 42 persen. Capaian tersebut mencerminkan ekosistem industri otomotif nasional yang terus berkembang.

“Dari sisi hilir, jaringan purnajual juga telah tersebar di seluruh Indonesia, sehingga operasional kendaraan niaga relatif terjamin, baik dari sisi bengkel maupun ketersediaan suku cadang," kata Putu.

Ketua Harian Gaikindo sekaligus Direktur Isuzu Astra Motor, Anton Kumonty, menilai struktur harga kendaraan tidak bisa dilepaskan dari variabel teknis dan kebijakan perusahaan. Dia mengingatkan pembahasan harga perlu dilihat secara komprehensif.

“Terkait harga, daya saing sangat bergantung pada spesifikasi teknis serta kebijakan penetapan harga. Lalu ada masalah costing dan pricing,” ujar Anton.

Di segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah, sejumlah produsen seperti PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor memiliki kapasitas produksi pikap lebih dari 400.000 unit per tahun. Namun utilisasi kapasitas tersebut belum optimal akibat lesunya permintaan domestik dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut