Butuh 100.500 Unit, Bos Agrinas Sebut Pabrikan Dalam Negeri Hanya Sanggup 45.000 Mobil Pikap
Untuk kategori truk ringan atau light truck, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) telah melampaui 42 persen. Capaian tersebut mencerminkan ekosistem industri otomotif nasional yang terus berkembang.
“Dari sisi hilir, jaringan purnajual juga telah tersebar di seluruh Indonesia, sehingga operasional kendaraan niaga relatif terjamin, baik dari sisi bengkel maupun ketersediaan suku cadang," kata Putu.
Ketua Harian Gaikindo sekaligus Direktur Isuzu Astra Motor, Anton Kumonty, menilai struktur harga kendaraan tidak bisa dilepaskan dari variabel teknis dan kebijakan perusahaan. Dia mengingatkan pembahasan harga perlu dilihat secara komprehensif.
“Terkait harga, daya saing sangat bergantung pada spesifikasi teknis serta kebijakan penetapan harga. Lalu ada masalah costing dan pricing,” ujar Anton.
Di segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah, sejumlah produsen seperti PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor memiliki kapasitas produksi pikap lebih dari 400.000 unit per tahun. Namun utilisasi kapasitas tersebut belum optimal akibat lesunya permintaan domestik dalam beberapa tahun terakhir.
Editor: Dani M Dahwilani