Bukan Merek Jepang, Inilah Produsen Mobil Pertama yang Membangun Pabrik di Indonesia
Kemudian, pada 1938, pabrik tersebut pun diperluas dan menjadi pemasok utama mobil-mobil Amerika, sebelum nantinya dikirim ke sejumlah kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Yogyakarta dan sebagainya.
Tapi, sayangnya aktivitas pabrik yang berada di wilayah utara Jakarta itu terhenti aktivitasnya karena dampak dari Perang Dunia I dan II.
Selain itu, situasi awal di masa kemerdekaan Indonesia yang tidak menentu, juga turut mengakibatkan kegiatan pabrik tersebut tersendat. Terlebih keinginan Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia, menjadikan situasi kian rumit.
Hingga akhirnya setelah Konferensi Meja Bundar ditandatangani pada 1949, Belanda menyerahkan kedaulatan ke Indonesia tanpa syarat.
Sejak itu, ekonomi Indonesia berangsur membaik, tapi perkembangan industri otomotif masih terganggu. Khususnya setelah nasionalisasi perusahan-perusahaan Belanda, termasuk perusahaan GM.
Singkat cerita, pabrik GM diakuisisi pemerintah dan hidup kembali sekitar tahun 1970-an, ketika diambil alih Astra untuk merakit truk-truk Chevrolet.
Setelah itu, pemerintah mengeluarkan regulasi yang mengharuskan perusahaan untuk mendirikan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sebelum memasarkan mobil di Indonesia.
Editor: Ismet Humaedi