Bersaing di Segmen SUV, Ini Alasan Mitsubishi Benamkan Mesin Turbo pada Destinator
“Saya rasa untuk mesin turbo itu kan kuncinya adalah panas. Semakin panas mesinnya, semakin besar tenaga yang dihabiskan. Jadi walaupun mesinnya dia turbo, gak usah yang namanya geber-geber. Kenapa? Karena itu memancing turbo bekerja ekstra," ujar Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar saat berbincang belum lama ini.
"Kalau turbo bekerja ekstra, karena dia sistemnya adalah berputar. Berputar itu akan menghasilkan heat yang tinggi. Heat yang tadi. More power, more energy. You have less power, you have less energy. Jadi kita percaya aja, tenaganya itu kan mesinnya udah kontrol ya. Jadi gak usah pancing-pancing dengan gaya nyetir yang agresif,” katanya.
Rifat menyebutkan, mengadopsi sistem penggerak roda depan, Mitsubishi Motors memadukan teknologi all-wheel control-nya yang canggih, termasuk Active Yaw Control (AYC), untuk menghadirkan pengendaraan yang aman di berbagai permukaan jalan dan kondisi cuaca. Spesifikasi tersebut menjadikan Destinator menarik pengguna yang menginginkan SUV dengan karakter berkendara responsif, andal, sekaligus hemat bahan bakar.
Terdapat lima pilihan mode berkendara pada Destinator, yakni Normal Mode, Wet Mode, Gravel Mode, Mud Mode, dan Tarmac Mode. Fitur ini membuat pengemudi tenang karena mobil dapat beradaptasi lebih baik terhadap berbagai kondisi jalan. Mobil ini juga memiliki Panoramic Sunroof.
Di sisi lain, Mitsubishi Destinator dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi canggih Mitsubishi Motors Safety Sensing. Sistem ini memberikan tingkat keselamatan preventif tinggi melalui Adaptive Cruise Control (ACC), Forward Collision Mitigation System (FCM), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), Leading Car Departure Notification (LCDN), dan Multi Around Monitor.