Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Amankan Sopir Truk usai Kecelakaan Maut Tewaskan 1 Orang di Bekasi
Advertisement . Scroll to see content

AI Jadi Senjata Baru Amerika, Bidik Perusahaan Truk Pekerjakan Sopir Asing Ilegal

Senin, 26 Januari 2026 - 11:39:00 WIB
AI Jadi Senjata Baru Amerika, Bidik Perusahaan Truk Pekerjakan Sopir Asing Ilegal
Pemerintah Amerika Serikat (AS) memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menekan praktik perekrutan pengemudi truk ilegal yang dituding menurunkan upah sopir lokal. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kecerdasan buatan (AI) bukan hanya disiapkan untuk menggantikan pengemudi truk dengan kendaraan otonom, tetapi juga mulai digunakan sebagai alat penegakan hukum. Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini mengandalkan AI untuk memburu perusahaan transportasi yang mempekerjakan pengemudi asing ilegal.

Dilansir dari Carscoops, Senin (26/1/2026), Pemerintah AS berencana memanfaatkan kecerdasan buatan dan analisis data tingkat lanjut untuk mengidentifikasi praktik perekrutan ilegal di sektor pengangkutan. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan inspeksi manual yang selama ini dilakukan petugas di lapangan.

Rencana tersebut dipaparkan Wakil Menteri Transportasi AS, Steven Bradbury dalam pertemuan tahunan Transportation Research Board di Washington. Dia menyebut AI mampu membantu lembaga pemerintah mendeteksi pelanggaran dengan kecepatan dan akurasi yang sulit ditandingi manusia.

Bradbury menyoroti maraknya penggunaan pengemudi asing ilegal yang disebut berdampak langsung pada penurunan upah sopir truk Amerika yang sah. Menurutnya, praktik tersebut merugikan pengemudi lokal karena perusahaan menekan upah ke tingkat yang tidak wajar.

“Sayangnya, ini terjadi secara luas di seluruh negeri,” ujar Bradbury di hadapan peserta konferensi. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut