Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mobil India Tata dan Mahindra Tepuk Tangan Dapat Order 105.000 Unit dari Indonesia, Industri Nasional Nangis
Advertisement . Scroll to see content

105.000 Unit Mobil Impor India Serbu Indonesia, Bagaimana Nasib Otomotif Dalam Negeri?

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:14:00 WIB
105.000 Unit Mobil Impor India Serbu Indonesia, Bagaimana Nasib Otomotif Dalam Negeri?
Dua produsen otomotif, Tata Motors dan Mahindra & Mahindra Ltd mendapatkan pesanan fantastis 105.000 unit kendaraan dari Indonesia. (Foto: Tata)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menilai partisipasi industri dalam negeri sangat penting untuk mencegah potensi pengurangan tenaga kerja. Penurunan permintaan pasar beberapa tahun terakhir telah memberi tekanan berat pada ekosistem manufaktur nasional.

“Ini juga dapat menghindari terjadinya pengurangan tenaga kerja yang saat ini berpotensi cukup tinggi karena penurunan permintaan pasar dalam negeri selama beberapa tahun belakangan,” ujarnya.

Sorotan juga datang dari legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi VII DPR RI mengkritisi kontrak pengadaan kendaraan niaga dalam skala besar tersebut.

Mereka mempertanyakan dominasi produk impor di tengah kapasitas produksi domestik yang belum dimaksimalkan. Perdebatan pun melebar, antara percepatan program koperasi nasional dan keberlangsungan industri otomotif dalam negeri.

Kontrak 105.000 unit kendaraan dari dua produsen India itu kini menjadi simbol dilema kebijakan industri pada 2026. Di satu sisi, program Koperasi Merah Putih membutuhkan dukungan logistik cepat dan masif.

Di sisi lain, pelaku industri nasional berharap pemerintah tetap mengutamakan optimalisasi produksi dalam negeri. Keputusan ini akan menjadi penentu arah masa depan industri otomotif Indonesia, apakah menjadi tuan rumah di negeri sendiri atau sekadar pasar empuk bagi produk impor.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut