Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baru Ada 4.892 SPKLU di Indonesia, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur EV
Advertisement . Scroll to see content

Peneliti Temukan Partikel Udara Berbahaya di SPKLU, Bisa Ganggu Saluran Pernapasan

Kamis, 21 Agustus 2025 - 12:12:00 WIB
Peneliti Temukan Partikel Udara Berbahaya di SPKLU, Bisa Ganggu Saluran Pernapasan
Peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UCLA Fielding menemukan partikel udara berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5 di SPKLU. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Para peneliti mencatat kadar tertinggi ditemukan di unit SPKLU, tetapi konsentrasinya turun cukup banyak hanya berjarak beberapa meter. Artinya, SPKLU justru memunculkan tingkat polusi partikel halus yang lebih tinggi daripada sumber polusi tradisional.

Menurut salah satu peneliti Dr Michael Jerrett, partikel tersebut kemungkinan besar berasal dari debu yang tersuspensi akibat kipas pendingin dalam unit SPKLU. Proses konversi listrik dan sistem ventilasi tersebut mengaduk partikel halus ke udara sekitar.

"Partikel-partikel ini sangat kecil, mereka bisa menyelinap ke dalam paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah, berpotensi menyebabkan masalah serius, seperti pada jantung atau saluran pernapasan," kata Dr Michael Jerrett.

Kendati begitu, ada juga pakar yang menyatakan kendaraan listrik tetap lebih baik ketimbang kendaraan berbahan bakar fosil. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menambah filter udara di dalam kabinet SPKLU.

Untuk sementara, para ahli menyarankan pengguna mobil listrik tetap berada di dalam mobil dengan menyalakan AC saat mengisi daya. Alternatif lain, pemilik bisa menjauh sejenak dari SPKLU agar terhindar dari paparan udara kotor.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut