Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baru Ada 4.892 SPKLU di Indonesia, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur EV
Advertisement . Scroll to see content

Peneliti Temukan Partikel Udara Berbahaya di SPKLU, Bisa Ganggu Saluran Pernapasan

Kamis, 21 Agustus 2025 - 12:12:00 WIB
Peneliti Temukan Partikel Udara Berbahaya di SPKLU, Bisa Ganggu Saluran Pernapasan
Peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UCLA Fielding menemukan partikel udara berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5 di SPKLU. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar. Kendaraan listrik hadir sebagai solusi meningkatkan kualitas udara lebih bersih. 

Tapi, ada bahaya yang ditimbulkan dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Disebutkan SPKLU dapat mengganggu pernapasan.

Dilansir Carscoops, Kamis (21/8/2025), kabar mengejutkan ini ditemukan para peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UCLA Fielding. Mereka meneliti  50 stasiun pengisian cepat DC.

Mereka tertarik pada partikel udara berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5, yang ukurannya sekitar 30 kali lebih kecil dari rambut manusia. Partikel ini sangat berbahaya karena bisa masuk jauh ke dalam paru-paru bahkan aliran darah.

Sebuah studi menemukan di Los Angeles, kadar normal PM2.5 di udara perkotaan adalah 7-8 mikrogram per meter kubik. Namun, di sekitar SPKLU angka ini melonjak rata-rata menjadi 15 dan bahkan bisa mencapai puncaknya hingga 200.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut