Pabrik Baterai Mobil Listrik GM Terbakar, Butuh 100 Petugas Pemadam Kebakaran Jinakkan Api
Kepala Pencegahan Kebakaran di Departemen Pemadam Kebakaran Detroit, Dennis Hunter, mengatakan, departemen pemadam kebakaran harus menanggapi delapan atau lebih insiden di pabrik tersebut antara musim panas dan Desember tahun lalu.
“Baterai kendaraan listrik adalah bahaya baru yang kita hadapi saat ini. Kami bekerja sama dengan Factory Zero untuk rencana respons yang lebih baik. Kami bekerja sama dengan mereka untuk meningkatkan cara menangani baterai EV yang terkena limpasan panas atau terbakar,” ujar Hunter.
Juru bicara GM Tara Kuhnen mengatakan perusahaannya menghubungi pemadam kebakaran setempat terlepas dari tingkat keparahan insiden. Disebutkan tidak semua insiden baru-baru ini terkait dengan baterai.
“Keselamatan karyawan kami adalah prioritas. Kami menghubungi pemadam kebakaran setempat untuk memastikan kami mendapatkan bantuan segera jika terjadi insiden, terlepas dari tingkat keparahannya. Beberapa insiden bersifat kecil dan dapat diatasi dengan cepat. Sementara insiden lainnya memerlukan bantuan dari pemadam kebakaran,” ujar Kuhnen.
Mengingat bahaya yang ditimbulkan, sejumlah produsen mulai memproduksi baterai LFP (Lithium Iron Phosphate). Selain tak mudah terbakar, biaya produksi juga jauh lebih murah karena tidak banyak membutuhkan nikel, cobalt, dan mangan (NCM).