Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Tren kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk mempercepat hilirisasi nikel sebagai tulang punggung industri baterai nasional. Di tengah ketidakpastian pasokan BBM dan gejolak harga minyak dunia, peralihan ke EV kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
Indonesia berada di posisi yang sangat diuntungkan. Cadangan nikel yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia. Komoditas ini menjadi bahan utama dalam produksi baterai lithium-ion, komponen inti yang menentukan performa dan efisiensi EV.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp431 triliun sepanjang Januari-September 2025. Dari angka tersebut, sektor nikel mendominasi dengan kontribusi lebih dari Rp136 triliun, mempertegas arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.
Perkembangan industri nikel nasional pun mengalami transformasi besar. Tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, Indonesia kini mampu memproduksi bahan antara bernilai tinggi seperti Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nickel sulphate, cobalt sulphate, hingga precursor cathode active material (PCAM) yang menjadi inti baterai EV.
Head of External Relations Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Mordekhai Aruan mengatakan dorongan pengembangan ekosistem EV berbasis nikel semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.