Intip Perjalanan Cargloss dari Usaha Rumahan Jadi Perusahaan Otomotif
JAKARTA, iNews.id - Bicara Cargloss, bagi penggemar otomotif identik dengan perlengkapan berkendara, seperti helm dan riding gear. Namun, sejatinya mereka berkembang jauh lebih dari itu.
Perjalanan Cargloss Group dimulai dari langkah kecil pada 1975. Saat itu, sang pendiri memproduksi thinner wash secara mandiri dari usaha rumahan dengan skala terbatas.
Bermodal semangat dan menjaga kualitas produk, usaha mereka perlahan berkembang. Kepercayaan pasar yang meningkat mendorong bisnis mereka melangkah lebih jauh.
Memasuki 1985, Cargloss Group resmi berdiri sebagai perusahaan. Sejak saat itu, ekspansi bisnis mulai dilakukan, khususnya di sektor industri otomotif.
Seiring waktu, perusahaan ini berkembang menjadi grup usaha dengan ekosistem bisnis terintegrasi. Berbagai lini usaha dijalankan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Beberapa sektor yang digarap meliputi industri cat otomotif, seperti aerosol, putty, dan thinner. Selain itu, mereka juga mengembangkan produk chemical untuk perawatan kendaraan.
Tidak hanya itu, Cargloss Group juga memiliki lini produksi helm dengan fasilitas manufaktur modern. Jaringan distribusinya pun telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
Perusahaan juga turut mengembangkan sektor retail otomotif dan lifestyle. Produk yang ditawarkan mencakup riding gear hingga perlengkapan gaya hidup otomotif.
“Perjalanan Cargloss dimulai dari usaha kecil yang kami bangun dari rumah dengan semangat kerja keras dan keyakinan bahwa kualitas akan membawa kepercayaan. Selama puluhan tahun kami belajar pertumbuhan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh bisnis, tetapi juga oleh hubungan yang kuat dengan para mitra, pelanggan, dan seluruh tim yang menjadi bagian dari perjalanan ini. Harapan saya, Cargloss dapat terus berkembang sebagai perusahaan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi industri nasional,” ujar Founder Cargloss Group, Harry Suherman dalam keterangan pers, Jumat (24/4/2026).
Perayaan 40 tahun perusahaan juga menjadi momentum penting dalam perjalanan bisnis. Pada momen tersebut terjadi penyerahan kepemimpinan dari generasi pertama ke generasi kedua.
Harry Suherman menyerahkan tongkat estafet kepada Ryan Saputra, Eric Saputra, dan Lorenz Saputra. Mereka akan melanjutkan arah perusahaan ke tahap berikutnya.
Transisi kepemimpinan ini menandai babak baru perjalanan Cargloss Group. Fokus utama ke depan adalah memperkuat inovasi serta mengembangkan ekosistem bisnis yang lebih solid.
Selain itu, perusahaan juga akan terus beradaptasi dengan perubahan industri otomotif yang dinamis. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing di pasar.
“Fondasi yang dibangun oleh generasi pertama menjadi landasan yang sangat kuat bagi kami untuk melanjutkan perjalanan Cargloss. Ke depan, kami akan fokus pada penguatan inovasi produk, pengembangan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi, serta perluasan jaringan distribusi agar Cargloss dapat terus tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan industri,” ujar Eric Saputra.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap industri otomotif nasional, Cargloss Group melalui pengelolaan Arai Indonesia juga aktif mendukung dunia balap Tanah Air.
Hingga kini, lebih dari 40 pembalap dari berbagai cabang telah mendapatkan dukungan. Mulai dari Motocross, Gymkhana, hingga balap internasional seperti Asia Supersport 600 CC dan Asia Superbike 1.000 CC.
“Dengan fondasi yang telah dibangun sejak 1975 dan perjalanan perusahaan yang terus berkembang sejak resmi berdiri pada 1985, Cargloss Group menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perannya dalam industri otomotif dan manufaktur di Indonesia,” ujar Eric Saputra.
Editor: Dani M Dahwilani