Cara Membedakan Oli Palsu dan Asli, Jangan Teledor Bisa Bikin Turun Mesin
- Label
Label yang melekat pada kemasan oli palsu terlihat kusam atau buram karena menggunakan botol oli bekas pakai. Selain itu, ada pula yang menggunakan label dari kertas stiker yang murah (stiker bontak). Berbeda dengan kemasan label yang ada pada oli asli.
3. Tanda Pengaman
Banyaknya oli palsu yang beredar di pasaran membuat produsen oli harus melakukan berbagai upaya. Salah satu yang yang dilakukan adalah dengan menambahkan tanda pengaman ekstra berupa segel, barcode, atau stiker hologram.
Tanda pengaman inilah yang tidak akan ditemukan pada oli motor palsu. Ini merupakan ciri oli motor palsu yang harus diperhatikan ketika akan membeli pelumas untuk kendaraan bermotor.
Kode barcode tersebut hanya bisa dipindai sebanyak satu kali. Jadi, apabila tertera informasi bahwa barcode pernah dipindai sebelumnya, ada kemungkinan isi dari kemasan oli tersebut sudah diganti dengan yang palsu.
4. Kode Produksi
Ciri berikutnya yang menandakan oli tersebut palsu adalah tidak adanya kode nomor produksi yang tertera pada kemasan. Jika ada, belum tentu nomor produksi tersebut sesuai antara yang ada pada botol kemasan dengan di tutup botolnya.