Zulkifli Lubis, Pendiri Badan Intelijen Indonesia Lulusan Akademi Militer Jepang
Di bawah komando Zulkifli Lubis. Brani membentuk jejaring intelijen di seluruh Jawa untuk menghadapi adanya kemungkinan penguatan militer Belanda. Di sisi lain, Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin juga membentuk badan intelijen sendiri, yaitu Badan Pertahanan B.
Saat menjabat sebagai Perdana Menteri, Amir Sjarifuddin membubarkan Badan Pertahanan B dan Brani. Ia lalu membentuk Bagian V (KP V) pada 30 April 1947 sebagai koordinator operasi intelijen yang bergerak di bawah Menteri Pertahanan.
Mengetahui Brani yang dibubarkan oleh Amir Sjarifuddin, Zulkifli Lubis merespons dengan tegas. Ia bahkan mengatakan bahwa Amir Sjarifuddin seorang komunis yang tidak menyukainya.
Kendati demikian, ia tak bisa berbuat banyak dengan keputusan tersebut. Hingga saat Perundingan Renville, kabinet Amir Sjarifuddin jatuh pada Januari 1948 dan KP V dibubarkan.
Menyusul bubarnya KP V, dibentuklah Staf Umum Angkatan Darat (SUAD) sebagai organisasi intelijen di bawah komando Zulkifli Lubis. Organisasi intelijen kembali berganti nama menjadi Intelijen Kementerian Pertahanan (IKP) dengan Zulkifli Lubis tetap sebagai kepalanya.
Editor: Komaruddin Bagja