Zulkifli Lubis, Pendiri Badan Intelijen Indonesia Lulusan Akademi Militer Jepang
Tak berhenti di situ, Zulkifli Lubis bahkan pernah dibawa ke Malaysia dan Singapura oleh mantan komandan Seinen Dojo, Rokugawa. Dalam perjalanan tersebut, ia dikenalkan dengan badan rahasia Jepang untuk Asia Tenggara dan perwira Jepang, Mayor Ogi.
Dari pertemuannya dengan Mayor Ogi, Zulkifli banyak belajar tentang cara memengaruhi komandan musuh di negara asing tanpa melalui pertempuran. Pasalnya saat itu, Perancis menyerahkan Vietnam kepada Jepang tanpa peperangan.
Usai menyadari bahwa keberadaan intelijen begitu diperlukan dalam segala jenis pergerakan, Zulkifli Lubis mendirikan Badan Istimewa (BI) pada bulan Agustus 1945 atau saat Indonesia baru saja merdeka. Ia kemudian merekrut 40 orang bekas perwira Angkatan Darat Jepang dari seluruh Jawa.
Saat Belanda melakukan agresi militer, Badan Istimewa mampu menyelundupkan senjata dari Singapura melalui Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Di tahun yang sama, Zulkifli Lubis juga membentuk Penyelidik Militer Chusus (PMC) di bawah BI untuk mengetahui gerakan bawah tanah Jepang di Jawa.
Sayangnya, aktivitas intelijen Zulkifli Lubis ini tidak disukai oleh Angkatan Pemuda Indonesia (API) di Jakarta dan sejumlah perwira militer. Karenanya, Soekarno akhirnya menyetujui pembentukan Badan Rahasia Negara Indonesia (Brani) sebagai payung satuan-satuan intelijen para komandan lapangan di seluruh Jawa.