Zulkifli Hasan Dinilai Sulit Maju sebagai Calon Presiden
JAKARTA, iNews.id - Manuver Partai Amanat Nasional (PAN) yang menggelorakan pencalonan Zulkifli Hasan sebagai calon presiden (capres) membuat panas persiapan konsolidasi politik. Namun langkah PAN mendorong Zulkifli sebagai calon capres dinilai sejumlah pihak masih sulit.
Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai Zulkifli Hasan tidak memiliki modal cukup untuk sebagai capres. Selain rendahnya elektabilitas, ketua umum (ketum) PAN itu juga harus berhadapan dengan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Dua nama yang telah mengutub di tengah masyarakat.
"Saya kira cukup sulit untuk PAN dalam mengusung Zulkifli Hasan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sebagai calon presiden," ungkap Ray di Jakarta, Selasa (26/12/2017).
Menurut Ray, nama Jokowi dan Prabowo masih menjadi capres terkuat tanpa bisa disaingi oleh tokoh mana pun. Terlebih, kedua nama itu sudah pada tahap meningkatkan elektabilitas, bukan lagi mencari dukungan untuk diusung sebagai calon.
"Kita juga tahu dari survei yang dilakukan sejumlah lembaga baru dua nama yang jadi calon terkuat. Selebihnya hanya ada nama di calon wakil presiden seperti Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti, Anies Baswedan dan juga Zulkifli Hasan," ucapnya.
Jika pun PAN ingin menempatkan wakilnya di pucuk pimpinan, Ray menyarankan agar Zulkifli didorong sebagai calon wakil presiden (cawapres). Dia menilai, kans menang lebih besar andai ketum PAN itu mendampingi Prabowo di Pilpres 2019.
"Mungkin Zulkifli Hasan bisa bersama Prabowo Subianto karena melihat dari partainya. Gerindra dan PAN juga sering berkoalisi bersama," katanya.
Sebaliknya, Ray justru belum bisa memprediksi pendamping yang pas buat Jokowi di Pilpres 2019. Menurutnya, semua tergantung dari partai koalisi pendukung Jokowi.
"Siapa pun punya kemungkinan, tinggal koalisi memunculkan nama calon," ujarnya.
Editor: Achmad Syukron Fadillah