WHO Keluarkan Izin Vaksin Sinovac, Ini Proses dan Manfaatnya
Kedua, WHO menyebutkan efikasi vaksin Sinovac hanya 51 persen? Yoga pun menjelaskan bahwa WHO, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan European Medicines Agency (EMA) Eropa memang sejak awal menggunakan cut off di atas 50 persen untuk persetujuannya.
“Kalau dibaca lengkap maka persetujuan WHO menyebutkan hasil penelitian fase 3 skala besar di Brazil menunjukkan efikasi 51 persen mencegah Covid-19 bergejala, juga efikasi 100 persen mencegah Covid-19 berat dan 100 persen terhadap perawatan di rumah sakit, tentu sesudah disuntik dua kali. Juga dituliskan data penelitian di Indonesia dengan efikasi 65.3 persen dan di Turki yang 83.5 persen terhadap Covid-19 yang bergejala,” katanya.
Selain itu, kata Yoga, juga disebutkan hasil penelitian pendahuluan pasca penggunaan di Chili dengan melibatkan sekitar 2,5 juta orang dengan perkiraan efektivitas 67 persen terhadap Covid-19 yang bergejala, 85% terhadap kemungkinan dirawat di rumah sakit dan 80 persen terhadap kemungkinan kematian.
“Disampaikan juga hasil penelitian pendahuluan di Manaus, Brazil dimana ada varian baru P1, yang memperkirakan efektivitas 49.6 persen sesudah setidaknya disuntik satu kali,” papar Yoga.
Ketiga, apa dampak ataupun manfaat dari persetujuan EUL WHO ini? Yoga mengatakan dengan begitu vaksin Sinovac akan dapat digunakan dalam bantuan Internasional.