Tokoh-tokoh Pejuang yang Belum Diakui Sebagai Pahlawan Nasional
Ketika berusia 16 tahun, Abdul Moeis Hasan telah mendirikan ROEPINDO (Rukun Pemuda Indonesia) dan BPPR (Balai Pengajaran dan Pendidikan Rakyat).
Lewat dua organisasi yang ia dirikan, Abdul Moeis Hasan berhasil menyatukan pemuda Kalimantan Timur pada kemerdekaan Indonesia 1945.
Namun, setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan, Samarindah dan Kalimantan Timur masih berpihak dengan pemerintah Belanda.
Mengetahui hal ini Abdul Moeis Hasan tidak ambil diam, dirinya lalu membuat gerakan partai lokal bernama Ikatan Nasional Indonesia (INI) sebagai wadah untuk diplomasi dengan pemerintah lokal.
Usaha Abdul Moeis Hasan berbuah manis, lewat gerakannya di partai lokal membuat Samarinda dan Kalimantan Timur sepakat bergabung dengan Republik Indonesia Serikat pada 1949 silam.