Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Belajar dari Internet, Pelajar MAN 3 Padang Rakit Bom di Kamar Tanpa Diketahui Orang Tua
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga jadi Korban Bullying Bertahun-tahun

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:23:00 WIB
Terungkap! Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga jadi Korban Bullying Bertahun-tahun
Petugas mengamankan sisa bom rakitan yang meledak di kawasan MAN 3 Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Insiden ledakan terjadi pada Selasa (14/7/2026) di lingkungan MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan ledakan.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri memastikan sumber ledakan berasal dari bom rakitan berkekuatan rendah atau low explosive. Dari beberapa bom rakitan yang diduga dibuat pelajar tersebut, hanya satu yang sempat meledak di area sekolah.

"Dari beberapa bom rakitan yang dibuat hanya satu meledak (low explosive) di samping kelas,” kata Jubir Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana, Rabu (15/7/2026).

Hasil pemeriksaan awal juga mengungkap pelajar tersebut mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet. Selain itu, dia mengaku terinspirasi oleh kasus bom di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada 2025.

“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025,” ujar dia.

Mayndra menambahkan, perangkat peledak diduga dirakit sendiri menggunakan bahan-bahan yang dibeli secara daring dan dibuat di rumah tanpa diketahui orang tuanya. Penyidik juga masih mendalami pengakuan pelajar tersebut yang mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

“Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," ungkap Mayndra.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut