Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Kasus Korupsi-TPPU
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini Alasan Secret Service hingga FBI Ikut Uji Keaslian Dolar AS Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:15:00 WIB
Terungkap! Ini Alasan Secret Service hingga FBI Ikut Uji Keaslian Dolar AS Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Penggeledahan di rumah milik eks Jampidsus Febrie Adriansyah menemukan uang mata uang asing dan emas batangan. (foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Secret Service dan Federal Bureau of Investigation (FBI) dilibatkan dalam memeriksa keaslian uang dolar AS yang disita dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Asabri dengan tersangka eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Pelibatan dua lembaga ini dilakukan karena memiliki kewenangan menguji keaslian mata uang dolar AS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, pemeriksaan uang asing tersebut dilakukan oleh lembaga yang memiliki otoritas di bidangnya sehingga hasil pengujian dapat dipastikan valid.

“Ya mereka kan yang memiliki otoritas untuk pengujian terkait tentang kurs United States dolar AS,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Selain uang asing, penyidik juga memastikan emas batangan yang disita dari rumah Febrie Adriansyah telah diuji. Hasil pemeriksaan PT Pegadaian menunjukkan 74 batang emas lantakan dengan berat total 74,01 kilogram memiliki kadar 23 karat.

“Barang bukti berupa 74 batang emas lantakan dengan total berat 74,01 kilogram memiliki kadar 23 karat, berdasarkan hasil pemeriksaan PT Pegadaian,” ujar dia.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap uang rupiah yang disita. Berdasarkan hasil uji Bank Indonesia, seluruh uang rupiah tersebut dinyatakan asli.

“Barang bukti berupa uang rupiah sebanyak 71.082 lembar dengan nilai nominal Rp6.059.506.200 dinyatakan asli berdasarkan hasil pemeriksaan Bank Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, uang dolar AS dengan nominal 6.370.921 juga dipastikan merupakan mata uang asli berdasarkan hasil pemeriksaan United States Secret Service melalui surat tertanggal 16 Juli 2026.

“Terkait barang bukti uang dolar Amerika Serikat dengan nominal 6.370.921 dinyatakan sebagai mata uang asli, berdasarkan hasil pemeriksaan united state secret service melalui surat tanggal 16 Juli 2026,” sambungnya.

Budi menambahkan, seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan pengujian fisik dan laboratorium. Adapun uang dolar Singapura dengan nominal 16.068.804 juga dinyatakan asli berdasarkan berita acara pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik Pusat Laboratorium Bareskrim Polri.

“Serta barang bukti uang dolar Singapura 16.068.804 dinyatakan sebagai mata uang asli berdasarkan berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistik pusat laboratorium Bareskrim Polri,” jelas dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menerbitkan tiga Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru untuk menindaklanjuti pelimpahan perkara dari kepolisian yang menyeret Febrie Adriansyah. Ketiga Sprindik tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU di PT Krakatau Steel, pengadaan batu bara PLTU untuk PLN yang mengakibatkan blackout, serta perkara PT Asabri.

Untuk menangani perkara tersebut, Kejagung membentuk tim khusus yang terdiri atas sembilan jaksa senior. Mayoritas anggota tim tersebut pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dipastikan memiliki kompetensi menangani perkara yang menjerat Febrie Adriansyah.

Sebelumnya, Polri menggeledah 12 lokasi dan menemukan brankas tersembunyi di kafe de’Clan Signature. Dari lokasi itu disita 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar AS, serta uang tunai Rp259.159.000 dengan total nilai sekitar Rp60 miliar.

Penggeledahan juga dilakukan di rumah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul. Dari brankas yang tersimpan di lokasi tersebut, penyidik menemukan tujuh koper berisi 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar AS, 14.083.800 dolar Singapura, dan uang tunai Rp100 juta. Estimasi total nilai seluruh aset mencapai sekitar Rp476 miliar.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut