Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Musaffah II Meledak di Selat Hormuz, Istri Sang Kapten Terus Berdoa Menanti Kabar
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! 2 WNI ABK Kapal Musaffah II yang Meledak di Selat Hormuz Ternyata asal Luwu

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:00:00 WIB
Terungkap! 2 WNI ABK Kapal Musaffah II yang Meledak di Selat Hormuz Ternyata asal Luwu
Kapal tugboat Musaffah II meledak di Selat Hormuz yang menyebabkan enam ABK Hilang, dua orang di antaranya asal Luwu, Sulawesi Selatan. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

LUWU, iNews.id - Dua dari tiga anak buah kapal (ABK) tugboat Musaffah II yang dilaporkan hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah, diketahui merupakan warga Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kedua ABK tersebut bernama Miswar Maturusi yang menjabat sebagai kapten kapal dan Sirajuddin yang bekerja sebagai engineering.

Kapten Miswar Maturusi merupakan warga Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan. Sementara Sirajuddin (43) tercatat sebagai warga Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan.

Keduanya dilaporkan hilang kontak setelah Kapal Tugboat Musaffah II diduga meledak saat melintas di perairan Selat Hormuz pada Jumat (6/3/2026).

Awalnya keluarga menerima kabar bahwa Sirajuddin selamat dari insiden tersebut. Namun informasi tersebut kemudian terbantahkan setelah keluarga menerima keterangan langsung dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Uni Emirat Arab.

Pihak KBRI menyebutkan bahwa Miswar Maturusi, Sirajuddin, dan seorang ABK lainnya asal Indonesia masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.

Keluarga kedua ABK yang hilang juga sempat bertemu untuk saling bertukar informasi mengenai perkembangan pencarian anggota keluarga mereka.

Istri Sirajuddin, Sri Dewi Aisyah, mengaku pertama kali mengetahui insiden tersebut dari keluarga dan rekan kerja suaminya.

"Pas kejadian kami diberi tahu dari pihak keluarga dan teman-temannya, kalau kapalnya kena bom. Kami juga terima informasi suami saya selamat, namun masih dalam pencarian," ujarnya, Senin (9/3/2026).

Sri Dewi mengatakan jumlah awak kapal yang berada di kapal tersebut sebanyak enam orang. Dari jumlah itu, tiga orang telah ditemukan, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.

"ABK katanya ada enam, yang sudah ditemukan tiga orang, termasuk suami saya, yang belum ditemukan tiga orang," katanya.

Menurutnya, sebelum berangkat suaminya sempat menghubungi keluarga untuk memberi tahu bahwa dirinya akan berlayar sehingga kemungkinan tidak ada sinyal komunikasi selama beberapa waktu.

Sementara itu, istri Kapten Miswar, Muliani Ahmad, juga tak kuasa menahan air mata saat mengenang komunikasi terakhir dengan suaminya.

Muliani mengatakan komunikasi terakhir terjadi pada Rabu lalu saat Miswar melakukan panggilan video dan menyampaikan rencana pelayaran yang akan dilakukan.

"Beliau orangnya sangat baik, mudah bergaul, dan sangat perhatian dengan anak-anak," ujarnya, Senin (9/3/2026).

Sehari setelah percakapan tersebut, Miswar masih sempat membuka pesan dari anaknya, namun tidak sempat membalas sebelum akhirnya hilang kontak.

Informasi mengenai hilangnya kapal pertama kali diterima keluarga pada Jumat pagi dari seorang rekan Miswar yang juga bekerja di dunia pelayaran.

Kapten Miswar diketahui telah bekerja di dunia pelayaran selama lebih dari 20 tahun dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Hingga saat ini keluarga masih menunggu kepastian informasi dari pihak KBRI dan perusahaan kapal terkait keberadaan para ABK yang hilang.

"Kami hanya bisa berdoa dan menunggu kabar resmi. Kami berharap pemerintah bisa membantu maksimal untuk memastikan kondisi suami saya," kata Muliani.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut